Tampilkan postingan dengan label Contoh Kuesioner. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Contoh Kuesioner. Tampilkan semua postingan

Rabu, 26 Mei 2010

CONTOH KUESIONER: KEPUASAN, BRAND TRUST, DAN LOYALITAS AUDIENS

Berikut adalah contoh kuesioner untuk: kepuasan, kepercayaan dan loyalitas pendengar radio.


DOWNLOAD CONTOH KUESIONER

Judul penelitiannya adalah The Influence of Audiesnce Satisfaction towards Brand Loyalty by Using Brand Trust as Intervening Variable. 
  1. Kepuasan adalah perbedaan antara harapan dan kinerja atau hasil yang diharapkan. 
  2. Brand trust is feeling of security held by the consumer in his/her interaction with the brand, that it is based on the perceptions that the brand is reliable and responsible for the interests and welfare of the consumer.
  3. Loyalitas merupakan dorongan perilaku untuk melakukan pembelian secara berulang-ulang. 

DOWNLOAD CONTOH KUESIONER 

Jumat, 21 Mei 2010

CONTOH KUESIONER: BAURAN PEMASARAN DAN KEPUTUSAN PEMBELIAN

Kuesioner ini disusun pada tahun 2007, dan telah sedikit dimodifikasi, yaitu sebagai instrumen penelitian yang berjudul:
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR DALAM BAURAN PEMASARAN YANG BERPENGARUH TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN SEPEDA POLYGON DI SURABAYA


Berikut adalah abstraksi dari penelitian tersebut:
The Analysis of Factors in Marketing Mix which Influence towards Purchase Decision on Bycycle Polygon in Surabaya

In making purchase decision, there are many stimuli that influence consumers, such as marketing mix, environment, and individual characteristics. Marketing mix is the controllable variable, whereas, the others are can not be control by firm. Yet, firm must arrange its marketing mix agree with the others. Hence, this study is aimed to know the factors in marketing mix which influence towards purchase decision on bycycle Polygon in Surabaya, as Polygon has been attempting to arrange its marketing strategy as well as possible to meet the other factors influence the purchase decision. This study uses the exploratory factor analysis and is advanced by multiple linier regression. The sample used is 132 respondents who have purchase and untill now still use the Polygon bike. All The respondents selected in this study are also the member of Polygon Club in Surabaya.
The result of research that conveys that the analysis of factors in marketing mix can explain that the formed factors in marketing mix consists of five factors, they are product characteristics and attributes (factor I), promotion (factor 2), place (factor 3), product variation (factor 4), and price (factor 5). Then, by using the multiple linier regression can be revealed that the factors in marketing mix which significantly influence towards purcase decision making are product characteristics and attributes (factor I), promotion (factor 2), and place (factor 3). Whereas, the two other factors they are product variation (factor 4) and price (factor 5) do not significantly influence towards purcase decision making.

Key word:marketing mix, purcase decision, exploratory factor analysis, multiple linier regression

Kamis, 13 Mei 2010

CONTOH KUESIONER: SERVQUAL DAN KEPUASAN PELANGGAN RUMAH MAKAN

Berikut bisa didownload contoh kuesioner kualitas layanan dan kepuasan, konsumen rumah makan. Untuk pengukuran kualitas layanan digunakan SERVQUAL Measurement dari Parasuraman dkk (1988), sedang kepuasan konsumen diambil dari Customer Satisfaction Measurement dari Dutka (1994). 

DOWNLOAD FOR FREE

Pengukuran kepuasan pelanggan dapat menggunakan atribut-atribut yang menggambarkan bagaimana pelanggan menilai suatu layanan. Atribut pembentuk kepuasan pelanggan tersebut merupakan atribut yang bersifat universal, dimana atribut-atribut tersebut harus didefinisikan dan diklasifikasikan dalam penelitian kepuasan pelanggan. Seperti dikemukakan oleh Dutka (1994, p.41) bahwa atribut-atribut tersebut meliputi: 

1.      Attribute related to the product yaitu atribut – atribut yang berkaitan dengan produk, yang meliputi:
a.      Product design, merupakan proses untuk mendesain dan fungsi produk yang menarik. Bila banyak pelanggan yang tertarik berarti dapat meningkatkan penjualan sehingga otomatis pendapatan badan usaha juga meningkat.
b.     Product quality, merupakan penelitian secara keseluruhan dari mutu suatu produk. Suatu produk barang atau jasa memiliki kualitas atau mutu untuk membandingkan dengan badan usaha lain yang sejenis. Untuk mengukur kualitas suatu produk atau jasa tiap badan usaha membuat standart mutu untuk tiap produknya.
c.      Product features, merupakan suatu ciri atau karakteristik tertentu dari produk yang dimiliki oleh suatu badan usaha dimana produk yang dihasilkan badan usaha tersebut yang membedakannya dengan produk pesaing.
d.     Product reliability and consistency, merupakan keakuratan dan kehandalan suatu produk yang dihasilkan oleh badan usaha dalam jangka waktu tertentu.
e.      Product benefit, merupakan manfaat yang diperoleh pelanggan dengan mengkonsumsi produk yang dihasilkan oleh suatu badan usaha dapat dijadikan dasar positioning yang membedakan badan usaha tersebut dengan badan usaha lain. Persaingan antar badan usaha sejenis semakin kompetitif, setiap badan usaha menawarkan produk dan kualitas yang hampir sama. Diferensiasi produk dapat dijadikan dasar positioning, ada banyak faktor diferensiasi produk salah satunya adalah melalui pendekatan harga produk yang dijual. Pelanggan dalam membuat keputusan pembelian pertama – tama yang dilihat adalah harga. Bila badan usaha menetapkan harga yang lebih rendah dari pesaingnya tapi memberikan kualitas yang baik, maka pelanggan  akan  puas.  Hal  ini otomatis  juga akan  menguntungkan  badan lusaha karena dapat menarik konsumen lebih banyak.
f.       Range of products or service, merupakan macam dari produk atau jasa yang ditawarkan oleh badan usaha. Dalam suatu badan usaha tidak hanya satu macam produk atau jasa saja yang ditawarkan tapi bervariasi. Untuk badan usaha yang bergerak di bidang makanan maka pasti ada produk lain yang ditawarkan selain makanan, misalnya dijualnya kartu keanggotaan supaya pelanggan mendapat fasilitas yang lebih dari pelanggan yang tidak memiliki kartu keanggotaan.
g.      Value price relationship, merupakan hubungan antara harga yang ditetapkan oleh badan usaha untuk dibayar oleh pelanggan dengan nilai atau manfaat yang diperolehnya. Apabila nilai atau manfaat yang diperoleh pelanggan melebihi apa yang ditawarkan, maka kepuasan pelanggan akan tercapai. Karakteristik badan usaha jasa pada dasarnya berbeda jika dibandingkan dengan badan usaha yang bergerak di bidang barang. Pada badan usaha jasa yang ditawarkan pada pelanggannya sesuatu yang tidak berwujud sebelum terjadi transaksi pembelian, jasa tersebut tidak akan dapat dilihat, diraba, didengar, atau dicium. Setelah pelanggan melakukan transaksi pembelian terhadap jasa, maka pelanggan dapat merasakan apa yang telah dibelinya, jika pelanggan merasakan puas, maka pelanggan akan menjadi loyal terhadap badan usaha tersebut.
2.    Attribute related to service yaitu atribut – atribut yang berkaitan dengan servis atau jasa, yang meliputi:
a.      Guarantee or warranty, merupakan jaminan yang diberikan oleh suatu badan usaha atas produk yang dihasilkan yang dapat dikembalikan jika tidak memuaskan.
b.     Delivery, merupakan layanan antar sampai ke rumah pelanggan disekitar keberadaan badan usaha. Pada layanan antar ini menunjukan 3 hal yang sangat pentingan yaitu kecepatan, keakuratan, dan ketepatan dari proses pengiriman suatu produk.
c.      Complain handling, merupakan kesediaan dari badan usaha dalam menangani keluhan-keluhan dari pelanggan. Badan usaha yang dapat memberikan tanggapan secara cepat terhadap keluhan pelanggan maka itu merupakan pesan yang disampaikan badan usaha kepada pelanggannya mengenai keunggulan yang dimiliki oleh badan usaha tersebut.
d.     Resolution of problem, merupakan kemampuan badan usaha dalam memecahkan masalah yang dihadapi oleh pelanggan. Usaha yang dilakukan badan usaha adalah membekali tiap karyawannya dengan keahlian tertentu untuk memecahkan masalah yang dihadapi. Selain itu, pihak badan usaha juga dapat mendengarkan secara rinci apa yang menjadi keluhan pihak pelanggannya dan dengan senang hati membantu pelanggan mencari solusi masalah tersebut.
3.    Attribute related to purchase yaitu atribut – atribut yang berkaitan dengan  pembelian, yang meliputi:
a.      Communication, merupakan proses penyampaian informasi atau pesan yang dilakukan oleh karyawan kepada pelanggan.
b.     Courtesy, kesopanan, keramah-tamahan, dan rasa hormat karyawan dalam melayani pelanggan.
c.      Company reputation, merupakan reputasi dari suatu badan usaha berkaitan dengan kredibilitasnya yang dapat mempengaruhi keputusan membeli dari pelanggan. Maksudnya reputasi yang dimiliki suatu badan usaha akan mempengaruhi pandangan dari pelanggan terhadap badan usaha tersebut, dimana reputasi yang baik akan mempengaruhi persepsi pelanggan untuk membeli produk.
d.     Company competence, yaitu kemampuan dan pengetahuan dari karyawan suatu badan usaha untuk memberikan layanan yang baik kepada pelanggan.
e.      Ease or convenience of acquisition, merupakan kemudahan yang diberikan oleh badan usaha kepada pelanggan untuk memperoleh produk yang dihasilkan badan usaha tersebut.

Minggu, 02 Mei 2010

CONTOH KUESIONER: PERBEDAAN PERSEPSI KONSUMEN

Berikut adalah contoh kuesioner mengenai perbedaan persepsi konsumen terhadap dua varian produk. Kuesioner ini disusun pada tahun 2005, yaitu pada saat Astra Honda mengeluarkan Karisma X 125 dan Karisma X 125D. 


Untuk mengetahui seberapa besar perbedaan persepsi atas merek Karisma X 125 dan Karisma X 125D tersebut maka dilakukan analisis differential threshold yang akan mencari di titik mana konsumen bisa merasakan perbedaan antara kedua jenis produk tersebut. Semakin positif tingkat differential threshold yang ditemukan di antara Karisma X 125 dan Karisma X 125D  maka semakin bagus. Namun apabila tingkat yang terbentuk bernilai kurang dari 1 maka differential threshold tidak dapat dirasakan.
Schiffman dan Kanuk (1997:149) menjelaskan bahwa differential threshold merupakan perbedaan minimal yang dapat dideteksi di antara dua stimuli yang serupa (jnd = just noticeable difference). Engel dkk. (1995:479)meyebutkan bahwa difference threshold merupakan perubahan terkecil atas intensitas stimulus yang bisa diperhatikan oleh konsumen secara individual. 


Engel, James F., Roger D. Blackwell, dan Paul W. Miniard. Consumer Behavior. Ninth Edition. United States of America: The Dryden Press. 1995.

Schiffman, Leon G. dan Leslie Lazarkanuk. Consumer Behavior. Sixth Edition, New Jersey: Prentice-Hall International Inc. 1997.