Selasa, 20 April 2010

ANALISIS MINAT KONSUMEN UNTUK BERTRANSAKSI PADA PERBANKAN SYARIAH DI KOTA YOGYAKARTA

SINERGI
Kajian Bisnis dan Manajemen
Edisi Khusus on Marketing 2005
Hal. 31 - 40

AUTHOR:
Erwin Burhanudin
Alumni Magister Manajemen Universitas Islam Indonesia
Siti Nurul Ngaini
Fakultas Ekonomi Universitas Islam Indonesia

ABSTRACT:
Berdasarkan analisis data dan pembahasannya penelitian ini menyimpulkan bahwa minat konsumen untuk bertransaksi pada perbankan syariah di kota Yogyakarta cenderung negatif dan norma subyektif lebih dominan pengaruhnya dibandingkan dengan sikap konsumen dalam mempengaruhi minat masyarakat dalam melakukan transaksi di perbankan syariah.

Kata Kunci: Sikap dan Minat Konsumen, Norma Subyektif, dan Perbankan Syariah.

FULL TEXT: FREE DOWNLOAD MINAT KONSUMEN

INTRO:
Tonggak perbankan syariah di Indonesia dimulai pada tahun 1992, diawali dengan didirikannya Bank Muammalat Indonesia. Dipicu oleh UU No. 10 tahun 1998,  bank-bank konvensional yang menguasai pasar mulai melirik dan membuka unit usaha syariah. Sampai dengan Februari 2004, tercatat baru 2 bank umum yang beroperasi secara syariah, yakni Bank Muamalat Indonesia dan Bank Mandiri Syariah. Sementara bank umum yang menyelenggarakan unit usaha syariah yakni Bank BNI, Bank IFI, Bank Jabar, Bank Danamon, Bank Bukopin, Bank Internasional Indonesia, HSBC, Bank BRI. Data ini belum termasuk 82 BPR Syariah yang tersebar di berbagai daerah di  Indonesia. Dengan jaringan sebanyak itu, perbankan syariah nasional per Januari 2004 telah memiliki aset dan kewajiban sebesar Rp. 8,757 triliun (tidak termasuk aset BPR Syariah). Jika dibandingkan dengan aset per November 2003 saja sebesar Rp. 7,4 triliun dengan posisi akhir tahun 2002, maka pertumbuhannya mencapai 84 persen dalam 3 tahun terakhir. Tidak heran perbankan syariah di Indonesia mendapat predikat "the biggest and the fastest growing Islamic banking market in the world".

FULL TEXT: FREE DOWNLOAD MINAT KONSUMEN

Tidak ada komentar:

Posting Komentar